Penyabar Nakhe dan 2 Rekannya Resmi Jadi Anggota DPRD Sumut PWA

Foto: DPRD Sumut

Medan - Penyabar Nakhe dari FPDI Perjuangan dan dua rekannya dari FGolkar dan FPKS, dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Sumut PAW (Pengganti Antar Waktu) sisa masa jabatan priode 2019-2024,  melalui rapat paripurna dewan dipimpin Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting, Jumat (11/12/2020) di gedung wakil rakyat Jalan Imam Bonjol Medan.

Ketiga anggota DPRD Sumut PAW uang diresmikan, Drs Penyabar Nakhe dari FPDI Perjuangan menggantikan rekannya Budieli Laia yang meninggal dunia. Leonard Surungan Samosir BA dari Fraksi Golkar) resmi menjadi anggota menggantikan rekannya Prance Tumanggor yang mengurkan diri, karena sebagai peserta Pilkada Pakpak Bharat.

Demikian halnya H Hanfi Lc dari FPKS resmi menduduki anggota dewan pengganti antar waktu, menggantikan Salam Alfarisi juga mengundurkan diri, karena menjadi peserta Pilkada sebagai  calon Wakil Walikota Medan.

Gubsu diwakili Staf ahli hukum dan politik Pemprovsu Binsar Situmorang: peresmian anggota dewan sebagai pengganti antar waktu merupakan suatu hal biasa sesuai peraturan yang berlaku dan telah melalui mekanisme yang berlaku. Anggota DPRD Sumut pengganti antar waktu yang diresmikan dari FPDI Perjuangan, FPKS dan Fraksi Golkar masing-masing sudah melalui mekanisme.

Gubsu Edy Rahmayadi mengatakan, peresmian dan pengambilan sumpah sebagai PAW (Pengganti Antar Waktu) merupakan tindaklanjut dari keputusan Mendagri (Menteri dalam negeri) tentang pemberhentian anggota DPRD Sumut, atas nama Drs Penyabar Nakhe, Leonard P Samosir dan H Hanafi.

Dari tiga anggota dewan yang di PAW, lanjut Gubsu, dua diantaranya digantikan karena mengundurkan diri dari anggota DPRD Sumut karena menjadi calon peserta pilkada Kota Medan Pakpak Bharat. Selebihnya digantikan karena meninggal dunia. “Kami berterima kasih atas jasa-jasa ketiga anggota dewan yang selama bertugas menjadi aggota DPRD Sumut dan anggota dewan yang baru diresmikan diharapkan dapat bekerjasama membangun Sumut bermartabat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, situasi Sumut pasca Pilkada serentak patutu disukuri dengan pelaksanaan pilkada di Sumut berjalan lancer dan aman serta kondusifitas tetap terjaga. “Jika ada sesuatu yang kurang dalam pelaksanaan Pilkada, agar disampaikan ke lembaga yang terkait. Kami harapkan dukungan dari legislatif sehinga cita-cita Sumut bermartabat dapat kita wujudkan,”harapnya.

Sementara  anggota FPDI Perjuangan yang baru diresmikan Drs Penyabar Nakhe saat ditemui wartawan menyatakan akan memanfaatkan sisa masa jabatan periode 2019-2024 untuk menjalankan amanah sesuai sumpah janji menjadi anggota legislative semaksimal mungkin untuk masyarakat dan daerah Sumut. “Terutama untuk Kepulauan Nias, masih banyak ketertinggalan dari berbagai aspek dari daerah-daerah lain di Sumut, diantaranya dibidang pendidikan, kita akan berusaha berkolaborasi dengan instansi terkait dan pemerintah daerah, agar masalah fasilitas guru dan anak didik dalam masa pandemic Covid-19 agar dilengkapi,” katanya.

Anggota dewan dari dapil Sumut VIII ini menyatakan, system belajar mengajar di sekolah-sekolah khususnya SMA dan SMK merupakan kewenangan Pemprovsu dimasa pandemic covid-19 dilakukan system daring, tapi di Kepulauan Nias, masih banyak masyarakat berada jauh di pelosok desa, sehingga selalu mengalami kendala baik bagi guru maupun anak didik tidak dilengkapi fasilitas yang mendukung.

Seperti  guru-guru tidak dilengkapi dengan laptop termasuk jaringan internet tidak mendukung. “Kita ingin persoalan ini menjadi perhatian penuh dari pemerintah provinsi, agar pendididkan anak-anak di Kepulauan Nias tidak tertinggal,” ujarnya. (cut)