Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dua Politisi NasDem Sidak Hotel DS Terkait Fasilitas Karantina Tak Sesuai Regulasi

 

Dua politisi dari Partai NasDem saat sidak ke salah satu hotel beberapa waktu lalu terkait fasilitas karantina dinilai buruk.
MEDAN, Pelitaharian.id
- Dua politisi Partai NasDem (Afif Abdillah dan dr Tuahman F Purba) melakukan sidak salah satu hotel DS di Medan, terkait fasilitas karantina terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang tiba dari luar negeri diduga tidak sesuai regulasi yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini dinyatakannya kepada wartawan,Kamis (4/2/2021) di Medan, terkait sidak yang mereka lakukan menyikapi laporan dari masyarakat terkait karantina yang dijalani WNI asal Kota Medan setiba di Tanah Air, mendapat pelayanan buruk beberapa waktu lalu. 

Dijelaskan Afif, WNI asal Kota Medan yang dikarantina tersebut merasa tidak nyaman karena bus yang membawa mereka dari Bandara Internasional Kualanamu menuju penginapan di Hotel Grand Darusallam Syariah Medan, tidak menerapkan protokol kesehatan. 

"WNI asal Kota Medan yang baru tiba dari luar negeri itu dikumpul dalam satu bus sampai penuh. Duduk antara penumpang sangat berdekatan, dan tidak menjaga jarak. Ini dinilai telah 
melanggar regulasi yang telah ditetapkan pemerintah dimasa Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19), ujar Afif. 

Selain itu, tambah Afif, kondisi kamar penginapan yang dijadikan tempat karantina WNI juga dinilai tidak layak huni, seperti sprei kasur yang kotor dan kamar mandi seperti sudah lama tak dibersihkan.

"Langit-langit kamar hotel juga berdebu dan terlihat sarang laba-laba. Petugas yang mengantar makanan ke kamar juga tidak memakai masker," ucapnya seraya menambahkan bahwa penampan makanan yang digunakan juga kotor dan tidak ada ventilasi yang bagus di dalam kamar.

Tidak hanya itu, terang Afif, WNI yang dikarantina itu juga tidak mendapatkan hasil test SWAB PCR. Padahal sudah 1 hari dikarantina. Sementara hasil SWAB PCR hanya memerlukan waktu 4 sampai 6 jam sudah bisa diterima hasilnya. 

"Saya juga merasa aneh kenapa hasil PCR SWAB yang biasanya sudah bisa didapatkan hasilnya dengan cepat, belum disampaikan kepada mereka. Bukan malah makin beresiko menunda hasil tes tersebut? Jika diantara mereka terdapat hasil yang positif maka warga tersebut bisa langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Rujukan Covid-19 sehingga tidak muncul kluster baru," ketus Afif.

Sementara Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumut, dr Tuahman Purba sangat menyayangkan perlakuan yang dialami WNI asal Kota Medan. "Ini semua sudah menyalahi Prokes, yang menjadi pertanyaan kenapa Satgas bisa sampai teledor. Harusnya sebagai petugas yang memang memahami aturan yang berlaku, menerapkan regulasi yang telah ditetapkan. Bukan malah tidak sebaliknya," ujarnya. 

Tuahman juga menuturkan bahwa Sidak yang dilakukan bukan bermaksud mencari-cari kesalahan. Hal ini murni dilakukan oleh Fraksi NasDem karena memiliki peran dan tanggung jawab ikut melindungi kondisi Kesehatan warga Sumut dan tentunya Kota Medan, termasuk warga yang sedang menjalani Karantina sesuai aturan Pemerintah di Masa Pandemi Covid-19 yang masih melanda Sumut khususnya Kota Medan.

"Fraksi NasDem sangat menyayangkan temuan ini dan berharap agar kejadian ini tidak terjadi lagi bukan hanya disini namun tempat Karantina lain yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Sumut. Saya mengharapkan pihak Satgas dapat berkoordinasi dengan KKP dan fasilitas pemerintah untuk dapat memberikan hasil SWAB  secepat mungkin," pinta Tuahman seraya menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Sumut ( dr Emir,red) agar meninjau kembali Hotel yang dijadikan tempat karantina agar bisa menerapkan standart aturan karantina.(cut)


Posting Komentar untuk "Dua Politisi NasDem Sidak Hotel DS Terkait Fasilitas Karantina Tak Sesuai Regulasi "